ASRI TALK

Njajah Deso Milangkori

malioboro di waktu pagi


tepat pukul 06.15 menit kereta yg kutumpangi berhenti di stasiun
tugu, dengan mata masih ngantuk ku ayunkan langkahku keluar dari
kereta. ku sapu pandanganku ke sekeliling stasiun dan aku asing
dibuatnya. sudah sekian lama ku tinggalkan kota ini..sebagai awal
orientasi maka ku tanyakan ke tukang becak yg banyak menawariku
tumpangan utk mengantar cari hotel terdekat mana arah jalan
malioboro? karena dari situlah mungkin aku baru kenal arah🙂

sambil berjalan, ku nikmati udara pagi jogja di sekitar pasar
kembang. rupanya lebaran kali ini banyak membawa berkah bagi pemilik
hotel disini. semua hotel penuh hingga mobilpun banyak parkir di
jalanan karena halaman hotel sudah nggak cukup lagi untuk menampung
mereka. ku susuri jalan malioboro pagi itu. sampah-sampah berserakan
bekas “pesta” tadi malam. tukang becak dan tukang ojek tak henti-
hentinya menawariku tuk ngantar putar-putar malioboro, ke gudeg
plengkung – pusat kulakan dagadu – bakpia – pusat bathik hingga
kraton dan tamansari. semuanya ku tolak dengan halus. aku masih ingin
menikmati dan bercengkrama dengan suasana jogja sambil jalan. tulisan
jalan malioboro masih tetap seperti yg dulu 10 tahun yg lalu. ku
abadikan tulisan tersebut dan akan kutunjukan ke 2 anaku betapa
bersejarahnya jalan malioboro ini.jalan malioboro - tiada lelah menerima kunjungan

kakiku mulai merasa pegal, akhirnya ku putuskan untuk naik becak.
seorang tukang becak menawariku untuk ngantar keliling2 dengan
bayaran 10 ribu rupiah. ku iyakan lalu ku naiki becaknya. sambil
mengayuhkan becaknya abang dengan 2 orang anak ini bercerita tentang
kondisi malioboro saat ini. bagaimana dia susah mencarikan hotel
untuk tamunya yg datang tadi malam karena semua hotel di kawasan
malioboro ini sudah penuh. kalaupun ada mungkin hotel di pinggiran
kota. bapak ini ngaku dari wonosari dan tiap 3 hari sekali dia pulang
kampung untuk nengok keluarganya. dia menawariku untuk sarapan dulu
di plengkung yg terkenal gudegnya, karena perut memang lagi lapar
maka ku setujui tawaranya. pura-pura jadi turis ku tanyakan macam-
macam kepadanya tentang tempat2 bersejarah di sekitar kraton ini.
mirip guide lalu bapak 2 anak ini nyerocos bercerita apa saja🙂

pagi itu baru ada 1 warung gudeg yg sudah ramai melayani
pelanggannya. ku masuki warung tersebut yg kebanyakan pengunjungnya
sama dengan aku – turis luar kota atau yg sedang plesiran di jogja
menikmati liburan lebaran. pelayan sibuk kesana-kemari sambil lari2
kecil karena kebanyakan tamunya tidak sabar menunggu pesanananya di
hidangkan.

aku pesan sepiring gudeg, 2 telur dan sambel kerecek serta segelas
jeruk panas. sambil nunggu pesanan datang sesekali ku sms-an sama
keluarga dan kawan-kawan. gudeg ini tak berubah rasanya dari dulu,
manis dan gurih ngangeni. ku nikmati sendok demi sendok makanan ini.
dan kurasakan aroma dan cita rasa nya yg sangat luar biasa. maklum
tak pernah ku temui di batam gudeg seperti ini.

ku lanjutkan perjalan sama tukang becak mengitar kompleks kraton,
muter ke belakang hingga kawasan “jalan kaki” aku lupa namanya.
pokoknya semua orang yg melewati daerah diantara 2 pintu gerbang
tersebut harus turun dari kendaraan. ku berjalan dan sesekali ku
abadikan beberapa orang yg sedang menyapu halaman.

perjalananku pagi ini berakhir di masjid agung. aku turun dari becak
dan ku bayar sewa ke abang becak. lalu ku langkahkan kaki memasuki
area masjid agung melalu pintu gerbang kecil di samping gerbang
utama. nampak didalam beberapa orang sedang sibuk menata kursi untuk
satu acara. beberapa pelancong muda sibuk bersih-bersih di depan
toilet/wc umum disisi sebelah kiri masjid. aku ambil gambar ornamen
didepan teras masjid yg nampak klasik dan unik. setelah beberapa saat
lalu ku bergegas keluar dari area masjid berjalan menuju jalan
malioboro.
masjid agung keraton Jogja

disekitar kantor pos besar ku hentikan langkahku sejenak untuk
melihat buku-buku yg dijual dipinggir jalan. ku tengok-tengok
sebentar barangkali ada yg menarik. ternyata buku dan majalah disini
merupakan koleksi lama. namun tak ada satupun yg ku beli..
istana presiden jogja

ku seberangi jalan di depan benteng vanderbeg, didepannya nampak
gedung istana presiden nampak tenang berdiri gagah dengan
kelembutannya. beberapa keluarga duduk dibangku sambil menikmati
udara jogja yg mulai hangat. setelah berhenti sejenak disitu ku
teruskan langkahku mengitari pasar bringharjo yg masih akrab dengan
bau-nya. mbah-mbah tua menjajakan dagangan kembangnya di sekitar
pasar senthir. ku nikmati perjalanan pagi ini, dan akhirnya ku
putuskan untuk mencari mall atau tempat nongkrong yg ada hot spotnya
untuk menuliskannya. ku temukan itu di malioboro mall.

malioboro 4 oktober 2008; @12.00

5 Januari 2009 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: