ASRI TALK

Njajah Deso Milangkori

KECEMASAN ITU DATANG LAGI…


Menunggu istri melahirkan merupakan pengalaman yg tidak bisa dilupakan bahkan kalo boleh jujur pengalaman yg paling tidak mengenakkan. meskipun bukan untuk yg pertama kali, namun rasa deg-degan cemas dan khawatir selalu menyelimuti kita. Kekhawatiran dengan keselamatan ibunya, kesehatan bayinya, dan hal-hal buruk lainya.

images

selama proses persalinan perasaan kita di aduk-aduk oleh berbagai kekhawatiran. Terbayang oleh kejadian-kejadian buruk yg menimpa keluarga lain. hari-hari menjelang kelahiran tiba, perasaan itu sudah muncul bahkan jika ada berita di tv atau koran yg berisi kejadian bayi dengan 2 kepala, lahir tanpa anus dan jenis-jenis cacat bawaan lainya saya sudah tak berani menengok dan membayangkan jika itu menimpa saya.

meskipun selama proses kehamilan selalu rutin periksa ke dokter namun tidak dapat menghilangkan syndrom kecemasan tersebut. siang itu ba’da dhuhur istri mengeluh dan merasa saat melahirkan telah tiba. berhubung badan masih kecapaian habis tenis saya bilang bentar lagi, saya istirahat dulu barang setengah jam sambil meyakinkan bahwa ras mual-mual yg dikeluhkan istri merupakan tanda-tanda melahirkan karena kalau betul ini lebih cepat dari perkiraan dokter. Ternyata frekuensi sakit istri makin sering dan akhirnya bersama ke-2 anaku kami berangkat ke Rumah Sakit dengan membawa perbekalan yg sudah disiapkan jauh-jauh hari.

perjalanan menuju rumah sakit ditempuh dalam waktu 30 menit. karena pas hari minggu maka pelayanan RS di lakukan di ruang emergency namun untuk kasus persalinan langsung menuju ke bangsal melahirkan. berbekal surat rekomendasi dari dokter kandungan, istri di persilahkan masuk ke ruang periksa. untuk sementara saya tidak bisa menemani karena harus menjaga 2 mutiara kecilku yg ikut serta ke RS sore itu. tak berapa lama suster menyampaikan berita bahwa istri sudah mengalami fase bukaan 2 dan harus tinggal untuk menjalani proses persalinan. Meskipun berita tersebut sudah kuduga sebelumnya tak urung membuatku cemas juga. apalagi ketika memasuki ruang persalinan ketemu dengan tetangga yg juga sedang menunggui istrinya melahirkan, proses kelahirannya tidak berjalan lancar sehingga istri dan anaknya harus menjalani perawatan secara intensif. padahal bayinya sudah lahir 2 hari sebelumnya. kejadian tersebut membuat kecemasanku makin meningkat. sambil terus berdo’a aku urus dokumen dan perlengkapan yg harus disiapkan. mulai dari pembalut untuk orang dewasa hingga susu untuk sang calon jabang bayi.

suster minta agar segera informasikan jika kontraksi/rasa sakit istri frekuensinya makin cepat agar segera di periksa. hal tersebut disampaikan sesaat kami memasuki ruang tulip kamar 203. dengan menggunakan stopwatch yg ada di HP istri minta dihitung jarak interval waktu sakit. awalnya frekuensi sakit setiap 5-6 menit sekali, namun lama kelamaan makin cepat hingga tiap 2-3 menit. akhirnya ku putuskan untuk memanggil perawat, tak berapa lama perawat menyampaikan bahwa istri sudah mengalami fase bukaan 5 dan harus dibawa ke ruang persalinan yg tempatnya di lantai 1. sambil berjalan ku peluk istri dan kubimbing menuju ruang persalinan. kedua anaku sudah ada yg menjaga hingga bisa menemani istri di ruang persalinan.

Di ruang persalinan perawat sudah menyiapkan peralatannya. ada 1 tempat tidur, dengan dilengkapi 2 tiang setinggi 20 cm di bagian bawah, 2 tabung oksigen, lampu, hand glove, kantong-kantong plastik. istriku dipersilahkan untuk naik tempat tidur. sambil terus mengerang kesakitan kutemani istri sambil ku genggam tangannya untuk membagi kekuatan agar dapat mengurangi penderitaannya. berkali-kali istri mengeluh sakit sekali. lebih sakit dibanding melahirkan anak pertama dan kedua. kucoba hibur, mungkin ini anak laki-laki sehingga tubuhnya lebih besar dan berat dibandingkan dengan kedua anak kita yg pertama. waktu seakan berjalan sangat lambat, kami tinggal berdua diruang persalinan. tanpa terasa kedua air mataku mengalir  melihat perjuangan istri menjalani proses persalinan ini. andai aku bisa menggantikan rasa sakit tersebut biarlah aku yg menanggung semua. sesekali ku pijat kaki dan tangannya karena istri merasa kesemutan di kedua bagian tubuhnya tersebut. hampir 2 jam lamanya penderitaan tersebut dijalani oleh istriku hingga waktu menjelang pukul 18.00. tak berapa lama dokter kandungan yg biasa  kami kunjungi datang. kemudian proses kelahiran yg sesungguhnya baru dimulai. dokter memeriksa sebentar dan mengatakan fase bukaan sudah sempurna. kondisi jantung bayi dan tekanan darah ibunya normal. akhirnya dengan dipimpin dokter istriku diminta untuk mengatur pernafasan dan mulai proses persalinan. istriku terus mengerang kesakitan sambil menahan nafas. proses ini berlangsung cepat kurang lebih hanya 10 menit. akhirnya sang bayi keluar, sejurus kemudian perawat mulai mengeluarkan cairan dari mulut dan hidung bayi hingga akhirnya terdengar tangisan pertama dari bayiku, suaranya keras. kami menangis lega campur bahagia kugenggam kedua tangan istriku dan kucium keningnya. ku periksa sejenak bayiku, semuanya normal dan laki-laki! Alhamdulillah.

Image004Image003

kemudian perawat menggendong bayiku dan minta saya mengikutinya, sementara dokter merawat ibunya. ternyata perawat membawanya ke sebuah ruang untuk membersihkan bayi dari darah dan cairan. sambil terus menangis bayi diletakan dibawah alat penghangat setelah dikenakan baju bayi yg sudah kami persiapkan. aku minta ke perawat untuk mengumandangkan adzan di telinganya saat itu juga kudengar suara adzan magrib dari musholla yg ada dilingkungan rumah sakit. dengan suara terbata-bata karena tak henti-hentinya air mata ini terus mengalir, ku kumandangkan adzan ditelinga kanannya. kelahiran selalu dibarengi dengan penderitaan, darah dan melahirkan harapan semoga  kelak menjadi anak yg sholeh, berguna bagi orang tua, bangsa dan agamanya. selamat datang putraku..

P1000749

2 Agustus 2009.

6 Agustus 2009 - Posted by | Uncategorized

2 Komentar »

  1. selamat pak

    Komentar oleh geblek | 6 Agustus 2009

  2. duh baru tahu..
    selamat pa, btw siapa namanya ??

    Komentar oleh andif | 10 Agustus 2009


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: